Minggu, 19 Januari 2014

TULISAN 11 / CARA MENGGANTI FILE FIY, AVI KE FILE 3GP / BAHASA INDONESIA 2

CARA MENGGANTI FILE FIY, AVI KE FILE 3GP

Banyak yang tidak tahu cara  merubah file flv, avi menjadi file 3gp. Ponsel biasanya hanya bisa menampilkan video dengan format 3gp atau MP4. Kadang file video yang kita dapatkan dari internet berupa file dengan format flv atau avi.

File yang biasa kita download dari youtube biasanya berupa file dengan format flv. Tidak semua ponsel bisa memutar file video dengan format flv karena itu kita perlu mengubahnya menjadi format file 3gp. 

Caranya sangat mudah kita tinggal menggunakan sofware untuk convert file video menjadi 3gp. Kita bisa menggunakan software "Need4 Free 3GP Converter 8.0".
Filenya bisa didownload secara gratis di
http://need4video.com/3gp-converter.html

Need4 Free 3GP Converter ini supports hampir semua format file video seperti: avi, divx, xvid, dvd, h.264, mpg, mpeg2, mpeg, mp4, ifo, vob, swf, m2v, dat, vcd, svcd, mov, qt, wmv, asf, 3gp, 3gpp, 3g2, 3gp2, rm, rmvb, dv, mpe, m1v, h.261, h.263, m4v.

TULISAN 10 / CUCI DARAH DAN TRANSPLANTASI GINJAL / BAHASA INDONESIA 2

CUCI DARAH DAN TRANSPLANTASI GINJAL

Bagi para penderita gangguan dan gagal ginjal akut, cuci darah dan cangkok ginjal menjadi pilihan utama untuk memulihkan kondisi tubuh. Mesin cuci darah pun menjadi kebutuhan utama mereka. Tapi tahukah Anda siapa yang pertama kali menciptakan mesin yang mampu menyambung hidup banyak orang itu? Ternyata, mesin cuci darah diciptakan oleh Willem Kolf asal Belanda, tepatnya pada tahun 1911.

Hebatnya, mesin cuci darah yang diciptakan Willem Kolf tidak dipatenkan. Ia beralasan karena temuannya merupakan pengabdian kepada rasa kemanusiaan. Usaha Kolf tidak berhenti sampai di sini. Demi pengabdiannya ia juga melakukan penelitian untuk mesin jantung buatan di Cleveland Clinic Foundation. Sungguh, sebuah hal sangat mulia yang dicontohkan Willem.

Alternatif lain selain cuci darah adalah dengan melakukan transplantasi ginjal bagi pasien yang menderita gagal ginjal. Pada tahun 1909, ginjal manusia yang rusak mulai ditransplantasi dengan ginjal hewan. Namun sayangnya, belum ada satu pun penerima transplantasi ginjal yang selamat dengan metode ini. Para peneliti pun terus mengembangkan metode transplantasi ginjal.

Setelah ketidakberhasilan menggunakan ginjal hewan, cangkok ginjal mulai dilakukan dari manusia ke manusia. Seperti yang dilakukan oleh ahli bedah di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Charles Hufnagel tepatnya pada tahun 1947 dengan mencoba mencangkok ginjal dari orang yang baru meninggal ke tubuh seorang wanita penderita ginjal akut. Saat itu, cangkok ginjal yang dilakukan adalah dengan menanamkan ginjal donor tersebut di bagian tangan pasien. Alhasil, ginjal donor dapat bekerja sesaat. Walaupun pada akhirnya pasien tidak dapat pulih kembali.

Akhirnya pada tanggal 23 Desember 1954, sebuah upaya transplantasi antara ginjal pendonor yaitu Ronald Herrick dengan penderita yang merupakan saudara kembarnya, Richard, berhasil dilakukan dengan sempurna. Transplantasi sempurna ini berhasil dilakukan oleh dokter Joseph Murray di rumah sakit Peter Brigham, Boston, Amerika Serikat. Berkat keberhasilannya, dokter Murray mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1990 di bidang Fisiologi.

TULISAN 9 / PROSES CROSSCEK DOKUMEN KREDIT UNTUK PENSIUN / BHS INDONESIA 2

PROSES CROSSCEK DOKUMEN KREDIT UNTUK PENSIUN

Cocokkan dokumen fotocopy (KTP, NPWP, Carik/Buku Tabungan) dengan dokumen aslinya, dan membubuhkan cap “copy sesuai asli” dan paraf pada dokumen-dokumen copy tersebut. 
Cocokkan wajah calon debitur/debitur dengan foto pada data yang ada (KTP & SKEP). Periksa dan cocokkan kewajaran tanggal lahir dan data lainnya pada KTP dengan SKEP. Dalam hal terjadi perbedaan data yang menjadi acuan adalah data SKEP. (Perbedaan-perbedaan data pada KTP dan SKEP harus di catat dalam lembar wawancara dan AO harus memastikan bahwa calon debitur adalah orang yang berhak atas dokumen-dokumen tersebut). 

Mencocokkan tanda tangan calon debitur/debitur pada dokumen bank dengan tanda tangan pada dokumen identitas nasabah. Dalam hal terdapat perbedaan tanda tangan pada aplikasi kredit/atau dokumen pengikatan kredit dan perjanjian kredit, petugas harus dapat memastikan bahwa yang melakukan penandatanganan adalah benar debitur yang sah. 

Bila debitur yang tidak bisa melakukan penandatanganan yang konsisten bentuknya, cap jempol dapat menjadi bentuk verifikasi alternatif. Cap jempol di bubuhkan pada Aplikasi & Ketum dan Copy KTP. 

Interview, input data, simulasi, dan checking
·         Interview Wawancara wajib dilakukan untuk verifikasi validitas informasi dan memastikan kebenaran identitas, kecocokan & konsistensi informasi lisan dengan dokumen yang telah diberikan serta kapasitas kelayakan dan/ atau kesehatan calon debitur/debitur. Hasil Verifikasi dalam bentuk wawancara wajib tertuang dalam dokumen wawancara. 
·         input data kredit Penginputan Seluruh data kredit sesuai dokumen dan hasil wawancara pada menu yang telah disediakan (Menu “Input data Pinjaman”) 
·         Simulasi Melakukan Simulasi (Kalkulator) untuk mengetahui berapa maksimum plafond dan jangka waktu fasilitas kredit calon debitur. Menginformasikan hasil simulasi kredit kepada calon debitur/debitur, apabila setuju dengan hasil simulasi dilanjutkan dengan proses Approval. 

Credit Checking

Internal checking melalui Core Banking system untuk mengecek eksistensi dan status pinjaman debitur di bank …..anda…. - print out.

External Checking : 
·         Checking kepada pengelola Dapen; dapat dilakukan melalui telepon atau kunjungan oleh petugas yang ditunjuk secara tertulis oleh Branch Manager (BM). Berlaku Mandatory/Wajib.
·         BI Checking; dilakukan jika Dapen Checking tidak bisa dilakukan.
·         On the spot; bagi calon debitur yang perlu klarifikasi (data informasi lisan/interview tidak sama dengan data dokumen 

Aprovval / persetujuan kredit

Persetujuan kredit dapat diberikan apabila : 
·         Calon debitur/debitur mengisi lengkap aplikasi dan menandatangani permohonan kredit serta menyerahkan dokumen yang dipersyaratkan ; 
·         Verifikasi atas keabsahan dokumen dan wawancara atas debitur untuk konfirmasi keabsahan dokumen, identitas dan kapasitas serta kondisi kesehatan debitur telah dilakukan oleh petugas bank sesuai fungsinya;
·          Seluruh persyaratan kredit telah terpenuhi dan absah;
Mekanisme Persetujuan Kredit Pensiun sebagai berikut:
·          Persetujuan tingkat I secara sistematis diberikan pada saat terpenuhinya seluruh kriteria utama dan kondisi kredit yang dipersyaratkan, dan telah dilakukan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
·          Persetujuan/ Approval tingkat II dilakukan oleh Pejabat Pemutus Kredit sesuai Batas Wewenang Memutus Kredit (BWMK) yang berlaku. 
Semoga bermanfaat...........salam sukses...



Tulisan 8 / Banjr / Bahasa Indonesia 2

Banjir Menggenangi Jakarta
Jakarta sebagai Ibukota Negara yang merupakan citra Negara dan barometer ekonomi, setiap waktu harus ada peningakatan pembangunan. Akibat dari pembangunan tata ruang yang salah banyak masyarakat yang tidak lagi mempedulikan lingkungan disekitarnya. Sehingga banyak masyarakat yang membangun rumah di bantaran sungai dan banyak juga yang membuang sampah ke sungai. Tidak hanya itu saja penebangan hutan yang tidak terkontrol juga merupaka penyebab banjir di Jakarta
Setiap kali terjadi banjir di Jakarta sering terdengar ungkapan banjir itu kiriman dari Bogor. Tudingan itu muncul karena hampir semua sungai yang bermuara di Jakarta berhulu diwilayah kabupaten Bogor. Daerah aliran sungai yang berasal dari Bogor adalah DAS Ciliwung, DAS Cakung, DAS Angke, DAS Sunter, DAS Kalibaru dan DAS Krukut. Banjir yang terjadi di Jakarta tidak hanya karena aliran air dari Bogor dimana banjir kiriman berarti hujan hanya terjadi di daerah Bogor, kenyataannya hujan juga terjadi di Jakarta, ditambah dengan pasang laut. DAS hulu Ciliwung berbentuk seperti corong yang terdiri dari berbagai anak sungai dan menyempit di bendungan utama Ciliwung di Katulampa. Seandainya banjir itu limpahan dari hulu, tentu kota Bogor akan banjir terlebih dahulu.
Banjir merupakan permasalahan yang kompleks, yang harus segera ditangani agar akibat yang ditimbulkannnya tidak banyak merusak dan merugikan masyarakat sekitarnya, mengingat Jakarta merupakan Ibukota negara yang merupakan citra negara dan barometer ekonomi. Usaha-usaha untuk mencegah dan mengurangi akibat terjadinya banjir harus segera dilakukan. Banjir yang terjadi di Jakarta akibat dari aktivitas manusia sendiri yang membuang sampah ke sungai, menebang hutan yang tidak terkontrol dan penempatan tata ruang yang salah. Dampak dari bencana banjir ini juga disebabkan tidak ada pencegahan dari pemerintah untuk membantu mencegah bencana banjir yang menlanda ibukota Negara. Faktor penyebab banjir itu bukan karena alam dan letak geografis saja tetapi aktifitas manusia yang merusak lingkunagan juga merupakan salah satu penyebab timbulnya banjir yang di Jakarta
§  Pengertian Banjir
Banjir adalah bencana alam yang terjadi secara alami maupun oleh ulah manusia. Sekarang ini banjir sering terjadi disebabkan ulah manusia yang mulai tidak menghiraukan keseimbangan alam Banjir merupakan peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat. Banjir juga dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat curah hujan yang tinggi, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.

Penyebab Banjir
• Curah hujan dalam jangka waktu panjang.
• Erosi tanah menyisakan batuan, hingga tidak ada resapan air.
• Buruknya penanganan sampah, hingga sumber saluran-saluran air   tersumbat.
• Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi
• Jalan/tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada.
• Bendungan dan saluran air rusak.
• Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
• Pembabatan hutan secara liar (Illegal logging).
• Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang, mengakibatkan banjir
• kiriman atau banjir bandang.
Dampak dan Kerugian Akibat Banjir
Banjir yang melanda Jakarta biasanya berdampak pada seluruh di kawasan yang tergenang banjir akan lumpuh. Jaringan telepon dan internet terganggu. Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga padam. Sehingga menyebabkan lampu lalu lintas padam dan kemacetan terjadi di banyak lokasi, termasuk di Jalan Tol Dalam Kota. Genangan-genangan air di jalan hingga semeter lebih juga menyebabkan sejumlah akses dari daerah sekitar pun terganggu. Banjir juga membuat sebagian jalur kereta api lumpuh. Lintasan kereta api yang menuju Stasiun Tanah Abang tidak berfungsi karena jalur rel di sekitar stasiun itu digenangi air luapan Sungai Ciliwung sekitar 50 sentimeter.
Akibat Bencana Banjir yang melanda Jakarta, kerugian ditaksir bisa menelan hingga Rp 37 triliun. Dampak itu paling besar bakal dialami warga dan sektor industri.
Banjir besar Jakarta pada 2007 sewaktu-waktu bisa terulang. Situasi itu, bisa terjadi jika dalam kurun 12 jam, terjadi hujan lebat di Bogor, Jakarta, dan Laut Jawa. Curah hujan di Bogor 400 milimeter per hari, lebih dari 150 milimeter di Jakarta, dan 150-200 milimeter di laut, dikhawatirkan bakal melumpuhkan Ibukota.
Dari hasil pemodelannya, curah hujan di Bogor bakal terus meningkat seiring pembangunan Jakarta. Pemanasan global dan wilayah metropolitan bakal memperbanyak uap air yang mengalir dari Laut Jawa ke Bogor.
Dinas Kebersihan DKI Jakarta memperkirakan sampah pasca banjir yang telah dibersihkan selama 23 hari sejak awal Februari hingga akhir Februari 2007 mencapai 32.000 ton.
Sampah pasca banjir yang dikelola langsung oleh Dinas dan Suku Dinas Kebersihan DKI di lima wilayah mencapai 59.227 meter kubik. Sedangkan yang ditangani oleh kendaraan yang kita sewa sebanyak 45.000 meter kubik.
Sementara itu pembersihan sampah yang dibantu oleh alat berat dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencapai 27.490 meter kubik.
Total sampah yang sudah diangkut selama pembersihan pasca banjir tersebut mencapai 131.717 meter kubik atau setara dengan 32.000 ton. Bila kemarin kita memerlukan waktu 23 hari pembersihan maka sampah rat-rata per hari mencapai 1.432 ton.
Sebelumnya satu lokasi penampungan baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang dibuka khusus untuk tempat pembungan sampah sisa banjir dari Jakarta menyusul dimulainya tahap rehabilitasi ibukota pasca banjir.
Hal itu dilakukan untuk menampung sampah sisa banjir di Jakarta telah dibuka satu titik pembuangan sampah baru di lokasi tersebut yang mampu menampung 500 ton hingga 1.000 ton sampah per hari. Dari dua titik yang sudah ada, kita buka lagi satu titik dengan luas lahan 2,1 hektar dan diberi nama zona Kepala Burung.
Pemprov menyiapkan 130 truk sampah, 70 mobil pemadam kebakaran sementara Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan 10 alat berat dan 50 truk bantuan untuk mengangkut sampah. Sementara terdapat 200 truk sampah pinjaman dari pihak swasta yang juga digunakan untuk mengangkut sampah sisa banjir. Sedangkan Kadin membantu dengan meminjamkan 327 alat berat berbagai jenis
Cara-cara Mengatasi Banjir
Banyak cara untuk mengatasi banjir di Jakarta diantaranya :
1. Menyediakan Sistem Perparitan yaitu dengan membersihkan parit-parit yang telah cetek akibat daripada bahan-bahan kumuhan Dengan ini air limpahan dan hujan dapat dialirkan dengan baik.
2. Projek Pendalaman Sungai. Kebanyakan kejadian banjir berlaku kerana kecetekan sungai. Jika dahulu sungai mampu mengalirkan sejumlah air yang banyak dalam sesuatu masa, kini pengaliran telah berkurangan. Ini disebabkan proses pemendapan dan pembuangan bahan-bahan buangan.
3. Memelihara Hutan. Kegiatan pembalakan di mana penerokaan di kawasan pinggir sungai digemari menyebabkan tanah terhakis dan runtuh ke sungai. Keadaan yang sama juga berlaku apabila aktiviti pembalakan yang giat dilakukan di lereng-lereng bukit.Oleh itu pemeliharaan hutan merupakan cara yang baik untuk mengatasi masalah banjir. Hutan boleh dijadikan kawasan tadahan yang mampu menyerap air hujan daripada mengalir terus ke bumi..
4. Mengawal Aktifitas Manusia. Banjir kilat yang berlaku terutamanya di bandar disebabkan pembuangan samapah dan sisa industri ke sungai dan parit. Bagi menangani masalah ini, kesedaran kepada masyarakat perlu didedahkan supaya aktiviti negatif ini tidak terus dilakukan seperti mengadakan kempen mencintai sungai dan sebagainya.
Kesimpulan
• Jakarta sering terjadi banjir disebabkan letak Geografis Ibukota Jakarta yang lebih rendah yang dapat menyebabkan banjir. Pembangunan yang terlalu padat serta banyaknya kerusakan lingkungan dengan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan dan tidak adanya pohon-pohon yang dapat meresap air maka Ibukota Jakarta sering terjadi banjir.
• Usaha pemerintah untuk mencegah banjir. Seperti normalisasi sungai, pembangunan situ/waduk, pembangunan polder, penghijauan di puncak. Usaha pemerintah tidak akan efektif tanpa kerjasama dari masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu membuang sampah pada tempatnya dan tidak menebang pohon secara liar agar kestabilan alam dan lingkungan dapat terjaga
• Banjir yang melanda Jakarta biasanya berdampak pada seluruh di kawasan yang tergenang banjir akan lumpuh. Jaringan telepon dan internet terganggu. Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga padam. Sehingga menyebabkan lampu lalu lintas padam dan kemacetan terjadi di banyak lokasi.
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan saran yang mungkin dapat berguna untuh mencegah banjir di Jakarta.
• Dalam Upaya mencegah ancaman banjir, warga masyarakat harus sudah mulai membuat sumur-sumur resapan, secara swadaya maupun dengan bantuan pemerintah.
• Pemerinta harus memindahkan warga yang tinggal di daerah dekat pinggiran sungai ke tempat yang lebih aman dari ancaman banjir.
• Pemerintah agar tidak berhenti memberikan peringatan keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang hutan secara liar.


Tulisan Ke 7 / Tips Berjualan Online / Bahasa Indonesia 2

TIPS BERJUALAN ONLINE

Sukses Berjualan Difacebook tidak bisa disamakan dengan online shop pada website. Dimana onlineshop pada website akan mendatangkan pengunjung tatkala sudah bagus teroptimasi dan mudah ditemukan oleh Search Engine (Mesin Pencari) ataupun dirrect visitor (bagi brand yang sudah terkenal bagi konsumen). Yang ini lain daripada yang lain, butuh effort dan konsistensi, mari kita simak.

Aktivitas step by step jualan/selling pada fanpage facebook secara efektif adalah sebagai berikut:
1.     Mulailah belajar cara membuat fanpage facebook yang professional. Dimana informasi lengkap dan berbagai alat bantu di dalam fanpage facebook tersedia untuk lebih meyakinkan calon pembeli disediakan kepada customer.
  1. Membangun fans dengan memperbanyak like facebook fanpage secara tertarget. Setelah fanpage facebook sudah terbuat, walaupun belum terdapat fans atau dapat dikatakan jumlah like masih "0" mulailah upload Foto Produk, update beberapa status, namun jangan terlalu sering cukup sekedar menunjukan bahwa Online Shop di Facebook Anda itu benar adanya dan mempunyai aktivitas sehingga lebih menarik pengunjung untuk like halaman facebook Anda. Bedakan dengan fanpage facebook yang belum diupdate apa-apa dan mulai memaksakan diri untuk menambah like, tentu hasilnya tidak lebih maksimal.
  2. Mulai melakukan aktivitas Interaksi dan sharing berbagai hal yang berhubungan dengan Fanpage Facebook Anda. Misalkan Online Shop Facebook Anda adalah Baju Muslimah, maka sesekali berikanlah tips memakai busana muslimah yang syar'i dan sesuai syari'at islam, bagaimana cara yang baik untuk mencucinya, serta perawatan dsb. Inilah pentingnya mengetahui Behaviour Facebook dan Soft-Selling.
  3. Meyakinkan kepada customer bahwa Anda bukan merupakan Online Shop penipu; hal ini jika sudah berhasil akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli, adapun langkahnya adalah: (a) Sertakan alamat website pada deskripsi facebook page/halaman facebook Anda bahwa Online Shop Anda juga mempunyai website resmi (b) Upload foto-foto bukti pengirman untuk memberikan edukasi bahwa Online Shop Anda terpercaya dan sudah biasa melakukan pengiriman secara Online (c) Upload juga Real Testimonial (bisa didapat dari dialog di Blackberrry Messanger, SMS, komentar dan pesan/inbox di Fanpage Facebook Anda).
  4. Seimbangkan antara jumlah update dengan Jumlah Fans. Ketika fanpage facebook Anda masih pada tahap awal jangan terlalu "ngoyo" atau "membombardir" fanpage facebook Anda dengan jualan. Misalkan jumlah fans masih sekitar 200 like idealkan untuk 1 hari satu kali saja. Karena yang akan melihat update itu bukanlah 200 fans, berapa yang Online dari 200 fans itu ketika Anda update? Berapa yang melihat update itu dari jumlah diantara yang Online? Perhatikan ilustrasi dialog berikut ini.

Amin seorang penjual baju keliling, dia menjual baju ke suatu komplek perumahan, akankah dia menawarkan baju tersebut ketika melewati rumah yang sama berkali-kali?

Amin: "Mbak, ini ada baju bagus, sangat cocok jika dipakai untuk mbak..."
Ibu-ibu: "Tidak bang, saya masih punya stock"
  1.  Hari berselang jika dia menawarkan kembali ke orang tersebut merupakan hal yang, maaf, "kurang cerdas" bukan? Idealnya dia mengunjungki kembali ibu tersebut selang misalkan beberapa hari atau minggu kemudian sembari dia berkeliiling memperluas area penjualan di komplek lain.

  1. Ilustrasi "berkeliiling memperluas area penjualan di komplek lain" pada facebook page ialah sembari menyesuaikan jumlah postingan update kepada fans yang sama aktivitas pada point 2) (baca: menambah likefacebook page) harus terus dilakukan agar memperbanyak calon konsumen. Ketika fans sudah mulai banyak Anda dapat menyeimbangkan untuk update jualan dan jangan lupakan point nomor 3).

  1. Hendaklah Anda tahu, jika update Anda tidak konsisten, maka probabilitas update Anda tidak dilihat oleh Fans Anda makin meningkat. Pasti Anda pernah berdecak kagum ketika melihat fanpage facebook yang jumlah fans nya sangatlah banyak namun interaksi fans sedikit (engagement sedikit; like, comment,share) itu karena salah satu penyebabnya tidak konsisten update, misalkan pada suatu ketika fans sudah banyak dan rajin update dalam 1 bulan, bulan berikutnya ketika ada suatu kesibukan facebook Page tidak diupdate selama katakanlah 1 minggu, maka reach/jangkauan akan turun, maka dari itu pentingnya Anda mempelajari Cara Meningkatkan Reach di tengah aturan Alogaritma EdgeRank.

  1. Pahami bahwa Social Media tidak seperti SEO (Search Engine Optimization) dimana SEO kita diupayakan bekerja keras diawal hingga website kita bagus di Search Engine kemudian pekerjaan menjadi berkurang, dalam Social Media butuh ketelatenan, disini bukan memilih baik yang mana antara SEO dan Social Media, semuanya dibutuhkan, bisnis online harus menyeimbangkan SEO, Social Media, dan Faktor Konversi Penjualan.
Jika Anda membaca point 7 dan merasa putus asa, tambahkanlah Team Social Media pada bisnis Anda. Setidaknya Anda dapat menambahkan lebih dari satu admin pada fanpage Anda untuk membagi tugas.




Tulisan 6 / Safe Deposit Box / Bahasa Indonesia 2



SAFE DEPOSIT BOX


MASYARAKAT Batam dan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BR) tidak perlu khawatir dan takut barang-barang berharganya akan hilang dicuri orang, terbakar, atau basah. BRI memberikan bantuan mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan Safe Deposit Box (SDB) BRI.
Safe Deposit Box BRI memberikan perlindungan dan pengamanan barang-barang berharga Anda dari bahaya pencurian, kebakaran, kebanjiran dan resiko lainnya,’’
Hanya rasa aman yang bisa memberikan ketenagan pikiran. Untuk hal ini, BRI mempunyai cara yang lebih baik untuk mengamankan dan melindungi barang berharga milik Anda.
SDB milik BRI berada dalam ruangan (kamar) yang dicor semen tebal. Pintunya memiliki ketebalan 10-15 centimeter dan berbahan besi steinless. Kemudian, di dalam kamar berukuran sekitar 4×5 meter tersebut terdapat lemari yang tingginya sekitar 3-4 meter. Pada lemari kemudian dipasang puluhan, sampai ratusan kotak kecil atau SDB berukuran 3x10x 24 cm, 5x10x24 cm, dan 10x10x24 cm.
Untuk bisa menggunakan SDB tadi, masyarakat, atau siapapun juga hanya perlu mengisi formulir pembukaan SDB BRI, menyerahkan pas foto 3×4 cm (2 lembar), lalu mengisi dan menandatangani perjanjian sewa-menyewa SDB BRI. Untuk nasabah perorangan, melampirkan fotokopi kartu identitas seperti KTP, SIM, atau paspor.
Untuk nasabah badan usaha atau perusahaan, dapat  melampirkan fotokopi akta pendirian/ Anggaran Dasar, ijin usaha, NPWP, dokumen identitas pengurus, serta surat kuasa asli.
SDB ini sendiri jangka waktu penyewaannya sangat fleksibel. Namun, nasabah disarankan untuk menyewa SDB lebih dari 12 bulan. Kalau kurang dari 12 bulan, BRI kasihan, karena nasabah harus membuat surat baru dan mengeluarkan/ membayar materai baru.
Keberadaan SDB ini telah banyak membantu nasabah BRI dan masyarakat. Terutama dalam mengamankan barang berharga mereka. Dengan bukti keamanan yang telah ditunjukkan pihak BRI selama ini, serta tidak adanya keluhan, telah menjadikan SDB ini menjadi pilihan yang cukup diminati masyarakat dan nasabah BRI untuk mengamankan barang-barang berharganya.


tugas bahasa indonesia 2 / makalah penelitian

MAKALAH PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
E-COMMERCE



Disusun Oleh:
Budi Hertanti

JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2014



KATA PENGANTAR


  
   Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT bahwa kami telah menyelesaikan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia 2 dengan membahas Teknologi Informasi dan E-commerce.
   Dalam mengerjakan tugas ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki saya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan tugas ini.
   Dalam mengerjakan tugas ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Sangsang yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada kami sehingga saya termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
   Semoga hasil dari tugas ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi saya sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin.

Jakarta, 17 Januari 2014


Penyusun




DAFTAR ISI
KATA PENGENTAR                        ....................................................................................      i
DAFTAR ISI  ........................................................................................................................     ii
BAB I PENDAHULUAN     ..................................................................................................
1.1 Latar Belakang      .................................................................................................     1
1.2 Rumusan Masalah             .....................................................................................      2
1.3 Tujuan Penulisan   .................................................................................................       2 
BAB II PEMBAHASAN      ..................................................................................................       3
2.1 Perbedaan Data, Informasi, dan Pengetahuan      ....................................................      3
2.2 Teknologi Informasi          ......................................................................................     10
2.3 Hubungan Teknologi Informasi, Keunggulan Daya Saing dan Profitabilitas ...............     12
2.4 Lima Aplikasi Teknologi Informasi yang Digunakan Oleh Perusahaan Untuk Membangun Keunggulan Daya Saing           ..............................................................................     13
2.5 Perangkat Keras dan Lunak Teknologi Informasi dan E-commerce serta Perkembangannya     ..............................................................................................................................    18
BAB III PENUTUP   ...............................................................................................................    24
3.1 Kesimpulan           ..................................................................................................    24
DAFTAR PUSTAKA                        ........................................................................................   iii




DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Pandji. 2007. Pengantar Bisnis ( Pengelolaan Bisnis Dalam Era Globalisasi)
          Jakarta: PT. Rineka Cipta.
elearning.amikom.ac.id/index.../20091121_E-COMMERCE-1.ppt (diakses tanggal 3 Mei 2012).
http://budsus.wordpress.com/2008/07/10/data-informasi-dan-pengetahuan/ (diakses tanggal 25 April 2012).
http://cah-kliling.blogspot.com/2011/10/dampak-negatif-dan-positif-teknologi.html (diakses tanggal 3 Mei 2012).
http://handzmentallist.blogspot.com/2010/05/fungsi-teknologi-informasi-penggunaan.html (diakses tanggal 3 Mei 2012).
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan (diakses tanggal 1 Mei 2012).
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi (diakses tanggal 25 April 2012).
Madura, Jeff. 2001. Pengantar Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
www.4shared.com/office/.../Perangkat_Keras_dan_Perangkat_.html (diakses tanggal 1 Mei 2012).




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Berkembangnya zaman membuat banyak hal datang yang semakin membaik. Salah satu contohnya adalah kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Berkembangnya ilmu pengetahuan diiringi dengan teknologi yang semakin membooming untuk melakukan riset-riset penelitian. Teknologi yang digunakan tidak hanya sekedar alat elektronik dan internet yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Pengolahan data, penyimpanan dan pengarsipan data serta penyampaian informasi mulai berkembang lebih baik. Jika dahulu orang harus membukukannya dengan banyak kesalahan dalam pencatatan dan penghitungan, maka sekarang dengan adanya teknologi, semua pekerjaan dapat dilakukan satu kali tulis menggunakan applikasi komputer untuk mengerjakannya.

Teknologi yang berkembang tidak hanya menggerakkan dan menolong bidang pengolahan data, tetapi juga menggerakkan pebisnis dalam menjalankan usahanya. Pengarsipan data, penjurnalan, produktivitas dan pemasaran menjadi bagian besar dalam teknologi saat ini. Social network menjadi tempat penstimulus untuk menarik perhatian konsumen. Penyampaian informasi seputar produk melalui facebook, twitter, plurk, BBM (BlackBerry Messager)  rupanya lebih berkembang cepat dibanding pemasaran melalui koran dan pamflet. Teknologi pemasaran semacam ini jauh lebih murah dibanding juka kita harus membuat baiho dan pamflet untuk menyebarkan informasi produk. Dunia pendidikan juga mulai mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Posting mata pelajaran dan mata kuliah pada blog pengajar menjadi trend saat ini. Siswa didik hanya tinggal mengunduh dan membacanya tanpa harus mem-fotocopy materi ajar dari pengajar.

Berdasarkan latar belakang sebagaimana terurai diatas yang menjelaskan bagaimana teknologi digunakan dalam kegiatan bisnis, kantor, dan pendidikan. Dalam makalah yang berjudul “Teknologi Informasi dan E-commerce” akan menjelaskan mengenai pengetahuan teknologi informasi.


1.2 Rumusan Masalah
1. Apa perbedaan data, informasi, dan pengetahuan?
2. Apa yang dimaksud teknologi informasi?
3. Bagaimana hubungan teknologi informasi, keunggulan daya saing dan profitabilitas?
4. Apa saja lima aplikasi teknologi informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk membangun keunggulan daya saing?
5. Bagaimana perkembangan perangkat keras dan lunak teknologi informasi dan E-commerce?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perbedaan data, informasi, dan pengetahuan.
2. Untuk megetahui pengertian teknologi informasi.
3. Untuk mengetahui hubungan teknologi informasi, keunggulan daya saing dan profitabilitas
4. Untuk mengetahui lima aplikasi teknologi informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk membangun keunggulan daya saing.
5. Untuk mengetahui perkembangan perangkat keras dan lunak teknologi informasi dan E-commerce.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perbedaan Data, Informasi, dan Pengetahuan
2.1.1 Data
Data merupakan salah satu hal utama yang dikaji dalam masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya. Data merupakan bahan mentah dari informasi.
Data menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara terstruktur, dengan kata lain bahwa “Generally, data represent a structured codification of single primary entities, as well as of transactions involving two or more primary entities”. (Vercellis, 2009: 6). Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu objek sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event) “
Dengan demikian dapat dijelaskan kembali bahwa data merupakan fakta-fakta, perkiraan, atau pendapat yang belum memiliki makna yang dapat dimanfaatkan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengumpulan data, yaitu :
1. Pengamatan Langsung
Dalam metode ini kita mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang sedang kita teliti. Adapula kelebihan dalam metode ini adalah data yang dikumpulkan lebih kompleks, teliti, dan cermat.
Sedangkan metode ini kekurangannya yaitu :
a. Daerah untuk mendapatkan data tidak luas.
b. Dalam mengumpulkan data dana yang digunakan mahal.
c. Pengumpulan data tidak dapat dilakukan apabila banyak hal yang harus diselidiki.
2. Wawancara
Pada metode wawancara ini kita mengadakan wawancara kepada objek / orang yang bersangkutan mengenai hal yang kita amati.
Kelebihan dalam metode ini yaitu :
a. Data yang dikumpulkan cukup teliti.
b. Daerah pengumpulan data bisa luas.
c. Dapat diwakilkan orang lain.
Kekurangan dalam metode ini yaitu :
a. Biaya yang digunakan mahal.
b. Kalau diwakilkan, tidak akan dapat mengetahui sasaran penelitian.
3. Perkiraan
Dalam hal ini koresponden diminta untuk memberikan informasi yang diperlukan. Oleh karena itu koresponden kepentingan dimungkinkan kualitas data dapat terabaikan dan sehingga keakuratannya sulit untuk dipertanggung jawabkan. Sedangakan metode perkiraan ini juga mempunyai kelebihan, yaitu :
a. Biaya yang digunakan relatif murah.
b. Daerah pengumpulan data bisa luas.
4. Daftar Pertanyaan
Di metode daftar petanyaan ini, kita membagikan daftar pertanyaan atau kuesioner untuk diisi responden, kemudian setelah diisi lengkap dikumpulkan lagi.
Kelebihan dalam metode ini yaitu :
a. biaya yang digunakan relatif murah.
b.Data yang terkumpul lebih cepat.
Sedangkan kekurangan dalam metode ini adalah kadang responden tidak mengembalikan daftar pertanyaan.
2.1.1.1 Pengolahan Data
Menurut George Therry, pengolahan data adalah serangkain operasi atas informasi yang direncanakan guna mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan. Penanganan informasi atau pengolahan data terdiri dari enam unsur yaitu :
1. Pengindraan / sensing
Mengadakan pengamatan terhadap objek yang akan kita teliti dan mengenai apa saja yang ada dalam pengamatan kita.
2. Pengumpulan / Komplikasi
Mengadakan pengumpulan data dari hasil pengamatan yang telah kita lakukan. Agar pengumpulan yang kita lakukan dapat sistematis, kita harus terlebih dahulu mengklasifikasi data yang ada.
3. Pengolahan / Komputasi
Mengadakan pengolahan data yang telah kita kumpulkan.
4. Penyajian
Informasi tersebut disajikan kepada orang yang akan mengambil keputusan. Dalam penyajian tersebut yang ditekankan adalah kesederhanaan agar tidak membingungkan orang yang mengambil keputusan.
5. Penghantaran Transmisi
Dilakukan jika orang membutuhkan informasi berada di tempat yang jauh.
6. Penanganan Informasi
Informasi perlu disimpan untuk mengembalikan keputusan karena dalam pengembalikan keputusan tidak hanya dilakukan pada masa sekarang, tetapi juga masa yang lalu dan akan datang.

2.1.2 Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan baik untuk saat ini maupun yang akan datang. Data yang sudah ada dikemas dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna. Berikut adalah definisi informasi berdasarkan berbagai sumber.
Informasi merupakan suatu hasil dari pemrosesan data menjadi sesuatu yang bermakna bagi yang menerimanya, sebagaimana dikemukakan oleh Vercellis (2009: 7) “Information is the outcome of extraction and processing activities carried out on data, and it appears meaningful for those who receive it in a specific domain.” Selain merupakan hasil dari pengolahan data, informasi juga menggambarkan sebuah kejadian, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih berguna dan lebih berarti.”
Dengan demikian informasi dapat dijelaskan kembali sebagai data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan baik untuk saat ini maupun yang akan datang.
Untuk menghasilkan informasi yang tepat dan akurat perlu dilakukan pengolahan data terlebih dahulu. Informasi yang dihasilkan komputer dapat kita lihat melalui monitor atau yang tercetak pada kertas melalui printer. Informasi dalam pengolahan data ini dapat berupa tulisan, gambar, grafik, suara, angka maupun simbol-simbol.
Syarat-syarat informasi yang baik dan lengkap adalah adanya ketersediaan informasi, bahasa yang mudah dipahami, relevan, mengandung informasi yang bermanfaat, informasi disajikan tepat waktu atau update, kehandalan (dapat dijadikan acuan), akurat (benar adanya atau tidak mengarang), dan konsisten ( tidak berubah-ubah).
Informasi memiliki beberapa karakteristik, yaitu: 
1.  Benar atau salah
Ini dapat berhubungan dengan realita atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayai, akibatnya sama seperti yang benar.
2.  Baru
Informasi yang didapat baru dan segar bagi penerimanya. Para penerima informasi sering kali merasa jenuh jika informasi yang disediakan selalu sama dengan yang lalu dan tidak ada perubahan sama sekali.
3. Tambahan
Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah atau palsu sebelumnya.
4.   Penegasan
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.
Informasi dapat dikatakan baik jika memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Information must be pertinent
Informasi harus berhubungan. Pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut).
2. Information must be accurate
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.
3. Information must be timely
Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
4. Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda.

2.1.2.1      Siklus Informasi.
Proses menghasilkan informasi harus melalui tahapan-tahapan yang dilakukan komputer sebagai teknologi informasi. Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas Input - Proses - Output yang disebut sebagai siklus proses informasi. Artinya, bila tahap telah sampai pada output maka output tersebut dapat dijadikan input kembali. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa informasi yang dihasilkan dapat pula dijadikan data kembali sebagai input untuk diproses selanjutnya.
 


Siklus pemrosesan data dan informasi

2.1.3 Knowledge (Pengetahuan)
Dalam menjalankan aktivitasnya, manusia selalu menggunakan pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia dapat menentukan langkah terbaik apa saja yang harus dilakukan dalam menentukan suatu keputusan. Berikut adalah pembahasan definisi pengetahuan berdaskan berbagai sumber.
Pengetahuan sebenarnya merupakan sebuah informasi juga yang merupakan hasil dari pengolahan data.  Vercellis (2009: 7) memandang bahwa suatu informasi dikatakan pengetahuan jika dapat digunakan dalam pengambilan keputusan sebagaimana dikemukakan bahwa :
Information is transformed into knowledge when it is used to make decisions and develop the corresponding actions. Therefore, we can think of knowledge as consisting of information put to work into a specific domain, enhanced by the experience and competence of decision makers in tackling and solving complex problems .”
Dalam kutipan tersebut di atas juga disebutkan bahwa selain informasi, hal yang dibutuhkan dalam sebuah pengetahuan adalah pengalaman dan kompetensi dari seorang pemegang keputusan. Sejalan dengan hal tersebut, Hendrik (2003: 1) mengemukakan bahwa “pengetahuan adalah data dan informasi yang digabung dengan kemampuan, intuisi, pengalaman, gagasan, motivasi dari sumber yang kompeten.”
Dengan demikian pengetahuan dapat dijelaskan kembali sebagai kumpulan dari data dan informasi yang bertemu dengan kompetensi dan pengalaman seseorang untuk menindaklanjuti data dan informasi yang ada sehingga dapat dikembangkan untuk pengambilan suatu keputusan. Tidak seperti informasi yang hanya bersifat memberi tahu, pengetahuan harus mampu digunakan untuk proses pengambilan keputusan.
Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
1.   Pendidikan
Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.
2.   Media
Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.
3.   Informasi
Pengertian informasi menurut Oxford English Dictionary, adalah "that of which one is apprised or told: intelligence, news". Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, gambar, suara, kode, program komputer, basis data. Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan pengamatan terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi.

2.2 Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi. Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI)." Beberapa bidang modern yang muncul sebagai teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.
Ada 6 Fungsi dari Teknologi Informasi:
1. Menangkap (Capture), Mengkompilasikan catatan - catatan rinci dari aktivitas - aktivitas. Misalnya menerima inputan dari keyboard, scanner, mic, dsb.
2. Mengolah (Processing), Mengolah/memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan/pemrosesan data dapat berupa mengkonversi(mengubah data ke bentuk lain), menganalisis (analisa kondisi), menghitung (kalkulasi), mensintesis (penggabungan) segala bantuk data dan informasi.
3. Menghasilkan (Generating), Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya laporan-laporan, table, grafik, dsb.
4. Menyimpan (Storage) ,Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya : simpan ke harddisk, tape, disket, CD, dsb.
5. Mencari kembali (Rertrival), menelusuri, mendapat kembali informasi atau mengkopi (Copy) data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari kembali supplier yang sudah lunas, dsb.
6. Mentransmisi (Transmission), Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya, dsb.
 Dampak yang diberikan dari teknologi informasi antara lain:
 Dampak Positif:
1. Informasi yang disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya cepat
2. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
3. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web / jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
4. Dengan internet dapat menghemat biaya dan tenaga yang dikeluarkan bila dibandingkan dengan bertukar informasi melalui pos surat.
5. Komunikasi jarak jauh pun menjadi sangat cepat dan praktis.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
7. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
Dampak Negatif:
1. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
2. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
3. Perjudian
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.
4. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
5. Carding
Pembajakan kode kartu kredit yang dilakakukan para penjahat ketika pengguna sedang menggunakan transaksi online(real time).

2.3 Hubungan Teknologi Informasi, Keunggulan Daya Saing dan Profitabilitas
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah fungsi dari perusahaan yang mengawasi pemakaian, penggunaan, dan pengelolaan teknologi informasi, yang termasuk di dalamnya adalah komputer dan telekomunikasi. Selama lebih dari lima puluh tahun fungsi tersebut menjadi lebih jelas bahwa teknologi semacam ini dapat mengakibatkan pergeseran nilai-nilai perusahaan. System pendukung pengambilan keputusan dan aplikasi pemakai, yang meningkatkan proses pembuatan keptusan, yang akan membuka kesempatan untuk dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban. System pemrosesan data secara tradisional sudah merampingkan proses perusahaan yang sudah ada, membuat perusahaan menjadi lebih efisien. System informasi intern, yang memungkinkan beberapa pemakai untuk memakai informasi secara bersamaan, sudah meningkatkan efisiensi dan mebuka kesempatan perusahaan yang tadinya tampak tidak mungkin dilaksanakan. System antar-organisasi, yang mengijikan informasi untuk dibagi bersama melintasi batas organisasi, meningkatkan efisiensi transaksi dan akan meningkatkan hubungan antara pemasok dan pelanggan. System tersebut juga memberikan jalan dalam pengembangan saluran distribusi yang baru. Sumbangan ini hanya sebagian kecil dari kemampuan teknologi informasi untuk meningkatkan nilai perusahaan. 



2.4 Lima Aplikasi Teknologi Informasi yang Digunakan Oleh Perusahaan Untuk Membangun Keunggulan Daya Saing
Dewasa ini komputer bukanlah barang yang asing bagi kita dan perusahaan. Komputer merupakan aset yang bernilai dan penting bagi perusahaan bisnis. Berikut ini akan dijelaskan tentang berbagai kapabilitas komputer dan aplikasi bisnis yang biasa digunakan.
2.4.1 Kapabilitas komputer
Komputer sebenarnya mempunyai kapabilitas/kemampuan yang tidak terbatas. Teknologi komputer berubah dengan cepat dan hal-hal baru ditemukan hampir setiap hari. Perangkat keras dan lunak komputer saat ini dapat memuaskan setiap kebutuhan bisnis. Kebutuhan-kebutuhan di antaranya adalah: pemroses kata (word processing), lembar kerja (spreadsheets), grafik, dan desktop publishing.
1)  Pemroses kata
Yang dimaksud dengan pemroses kata (word processing) adalah membuat dokumen tertulis dengan sebuah komputer. Dokumen tertulis tersebut dapat berupa surat, laporan, berita, memo, dan buku. Beberapa program word processing melakukan fungsi seperti memeriksa ejaan dan tata bahasa, menyarankan kata lain, dan menyisipkan grafik seperti garis, kotak, diagram, dan ilustrasi.
2)  Lembar Kerja
Banyak perusahaan menggunakan perangkat lunak komputer untuk menghasilkan buku besar akuntansi elektronik sebagai lembar kerja. Seorang manajer atau akuntan dapat menggunakan lembar kerja terkomputerisasi untuk mengorganisasikan data ke dalam baris, kolom, dan menghasilkan perhitungan matematika. Perangkat lunak lembar kerja dapat digunakan untuk menghasilkan neraca, mengembangkan proyeksi penjualan, dan memperkirakan profit.
3)  Grafik
Program komputer juga dapat menerjemahkan data ke dalam grafik atau gambar. Grafik komputer berguna untuk menampilkan informasi keuangan dan membuat perbandingan antara perusahaan atau kinerja pada tahun-tahun yang berbeda. Grafik menambah kejelasan dan perhatian dan secara ekstrem berguna baik dalam laporan tertulis maupun presentasi oral.
4)  Desktop Publishing
Komputer juga dapat digunakan untuk menghasilkan bahan cetakan berkualitas tinggi. Dengan perangkat lunak desktop publishing, memungkinkan seorang atau perusahaan menghasilkan laporan, brosur, dan laporan berkala yang berkualitas tinggi dengan harga lebih murah daripada dicetakkan ke percetakan.
2.4.2 Aplikasi Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
Semua bidang kehidupan saat ini sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan pengunaan perangkat TI, adapun  peran TI dalam bidang bisnis adalah:
1. E-Banking
Kita liat dari susunan katanya saja, e = elektronik dan banking . Artinya sangat luas yaitu aktivitas perbankan yang dijalankan melalui media elektronik, seperti ATM. Internet banking juga dalam lingkup itu, hanya saja lebih khusus dan diistilahkan internet banking. Sedangkan yang menggunakan mobile device seperti via HP dikenal dengan m-banking yang termasuk jenis e-banking juga. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.
2. E-Commerce
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan Oktober 2006, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
3. M- Dagang
M-dagang atau M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon pintar, PDA, notebook, dan lain-lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan sistem m-dagang ini. Selain m-dagang, istilah lain yang sering dipakai adalah m-bisnis (Mobile Business atau m-business).
Dasarnya, m-dagang adalah gabungan dari perdagangan elektronik (e-dagang) dengan mobile computing. Bisa dikatakan bahwa m-dagang ini adalah e-dagang yang berada dalam lingkungan nirkabel. Seperti halnya e-dagang pada umumnya, penggunaan m-dagang bisa ditransaksikan melalui Internet, jaringan komunikasi pribadi, kartu pintar, dan infrastruktur lainnya. M-dagang membuka peluang untuk memberikan layanan baru bagi customer yang telah ada, dan untuk menarik customer baru.
4. L-dagang atau L-Commerce
L-dagang atau L-Commerce (Location based-Commerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) yang menekankan pada pencarian informasi yang dihasilkan oleh peralatan GPS (Global Positioning Systems) dan satelit. Berbeda dengan m-dagang yang lebih menekankan pada aspek pemakaian peralatan mobile, maka L-dagang bisa menggunakan baik peralatan mobile maupun komputer jenis desktop.
Salah satu contoh yang sering dijumpai dalam L-dagang adalah pencarian informasi mengenai letak restoran yang terdekat dengan tempat pengguna Internet tersebut berada. Contoh lain dari L-dagang adalah sistem penelusuran paket pengiriman barang yang dikirim lewat perusahaan UPS atau Federal Express di Amerika Serikat. Namun sekarang, L-dagang juga sudah mulai dipakai untuk melihat waktu kedatangan bis kota secara tepat di suatu halte bis tertentu, yang sangat bermanfaat pada saat musim dingin yang mencekam tiba.
Di bidang bisnis baik perdagangan barang maupun jasa komputer peranan teknologi informasi akan sangat penting untuk kegiatan transaksi baik rutin, periodik, maupun insidental dan menyediakan banyak informasi dengan cepat dan tepat.
5. Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (Management Information System – MIS), merupakan sistem informasi yang sudah banyak diterapkan pada perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa baik pada perusahaan besar, menengah, atau perusahaan kecil. SIM dapat diterapkan pada semua tingkat atau level manajemen yang ada yaitu manajemen tingkat atas (top management), manajemen tingkat menengah (middle management), dan manajemen tingkat bawah (lower management).
Di perusahaan dagang seperti department store, telah dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kendali komputer sehingga mesin tersebut dapat dikendalikan oleh pihak manajer hanya dari ruang kerjanya secara cepat dan tepat, untuk scanning barcode kode barang dagangan, menghitung laba rugi, inventaris, dan sebagainya.
Di bidang perbankan, salah satu solusi sistem informasi perbankan telah diperkenalkan oleh perusahaan besar seperti Hewlett-Packard (HP), yang bekerja sama dengan Infosys telah memperkenalkan solusi core banking, yang disebut Finacle kepada bank-bank di Indonesia. Finacle memberikan solusi bagi bank yang ingin melakukan up-grade terhadap sistem yang telah mereka miliki. Dengan menggunakan Finacle, up-grade sistem bisa dilaksanakan dengan resiko investasi maupun kegagalan migrasi yang rendah. Ini penting bagi bank-bank agar mampu menghadapi siklus bisnis yang selalu berubah. Dengan solusi terpadu ini – berupa software dan hardware, jaringan, sistem integrasi, serta opsi consulting dan outsourcing – bank juga akan memiliki nilai tambah sehingga menjadi lebih kompetitif.
Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan di bidang layanan terutama jasa layanan pembayaran melalui bank. Inovasi jasa layanan perbankan yang berbasis teknologi tersebut terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah bank. Transaksi perbankan berbasis elektronik, termasuk internet dan menggunakan handphone merupakan bentuk perkembangan penyedia jasa layanan bank yang memberikan peluang usaha baru bagi bank yang berakibat pada perubahan strategi usaha perbankan, dari yang berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien dan praktis bagi bank. Pada perusahaan jasa seperti perbankan komputer digunakan untuk menghitung bunga secara otomatis, transaksi on-line, ATM, dan sebagianya.
Komputer juga banyak digunakan untuk proses akuntansi, melakukan analisis keuangan, neraca, laba-rugi, dan sebagainya. Bahkan ada beberapa software yang secara khusus disediakan untuk operasi akuntansi. Di bidang perhotelan komputer digunakan untuk menentukan jumlah dan jenis kamar yang telah terisi dan masih kosong. Bahkan saat ini pada penjualan pertokoan kecil, usaha kecil dan menengah (UKM), apotek dan bermacam-macam usaha kecil lainnya juga telah banyak menggunakan komputer.

2.5 Perangkat Keras dan Lunak Teknologi Informasi dan E-commerce serta Perkembangannya
2.5.1 Perangkat Keras/Hardware
Perangkat Keras adalah peralatan-peralatan fisik yang menunjang berdirinya sebuah komputer. Secara umum perangkat keras sistem komputer terdiri dari keyboard (papan ketik), monitor (layar), CPU, dan Printer.
Perangkat keras untuk pengolahan data komputer terdiri dari atas perlengkapan yang mengerjakan fungsi berikut:
1) Penyimpanan data
2) Memasukkan data pada komputer
3) Komputasi, pengendalian, dan penyimpanan utama
4) Keluaran dan komputer
2.5.2 Perangkat Lunak/Software
Perangkat Lunak  merupakan suatu program yang dibuat oleh pembuat program untuk  menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data. Software sebagai penghubung antara manusia sebagai pengguna dengan perangkat keras komputer, berfungsi menerjemahkan bahasa manusia ke dalam bahasa mesin sehingga perangkat keras komputer memahami keinginan pengguna dan menjalankan instruksi yang diberikan dan selanjutnya memberikan hasil yang diinginkan oleh manusia tersebut.  Perangkat lunak komputer berfungsi untuk mengidentifikasi program, menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja seluruh perangkat komputer terkontrol, mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien.
Elemen Perangkat Lunak:
a. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Operasi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan sistem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antara manusia dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan. Contoh : PC-DOS, MS Windows.
b. Alat Bantu (Utility)
Utility merupakan elemen dari sistem perangkat lunak yang bertugas mengerjakan pekerjaan minor dalam hal pengoperasian mesin seperti mempersiapkan pemakaian media disk, membuat duplikat disk/file, membuat/menghapus proteksi suatu sistem perangkat lunak, memperbaiki bagian file yang rusak, dan menguji kebenaran kerja komputer.  Contoh: Winzip, Antivirus.
c. Bahasa (Language)
Elemen ini digunakan sebagai pengatur komunikasi antara komputer dengan peralatannya, antarkomputer, atau antara komputer dengan manusia. Setiap bahasa yang dibentuk mempunyai tujuan tertentu sehingga tidak dapat seorangpun secara sembarangan memilih bahasa yang akan dipergunakan untuk menangani aplikasi yang dikehendakinya. Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu :
1) Bahasa Tingkat Rendah (low level language)
Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.
2) Bahasa Tingkat Tinggi (high level language)
Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrograman yang mudah dipelajari oleh pengguna komputer karena menggunakan bahasa Inggris. Contohnya : BASIC, COBOL, PASCAL, FORTRAN.
3) Bahasa Generasi Ke-4 (4 GL)
Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang berorientasi pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP). Contoh software ini adalah : Visual Basic, Delphi.
d. Program Paket (package program)
Elemen ini bertujuan menyediakan berbagai fungsi yang siap untuk dipakai. Di Indonesia saat ini, pemakaian paket sangatlah menonjol. Hal tersebut dikarenakan praktis dan mudah pemakaiannya. Contoh : Pengolah kata (wordprocessor). Program paket ini menyebabkan komputer dapat berfungsi sebagai mesin ketik elektronik yang sangat canggih. Jenis dari pengolahan kata yang cukup terkenal antara lain adalah wordstar.
e. Program Aplikasi (application program)
Elemen perangkat lunak ini menyebabkan sistem aplikasi yang siap dipakai dalam aplikasi tertentu. Contoh : printshop, dapat digunakan untuk membuat kartu-kartu, kop surat, dan label.
2.5.3 E-Commerce
Electronic commerce (EC) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Qureshi, Siegel, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk Internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000).
Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan EC dari beberapa perespektif berikut :
Dari perspektif komunikasi, EC merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
Dari perspektif proses bisnis, EC merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
Dari perspektif layanan, EC merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
Dari perspektif online, EC kepasitas jual beli produk dan informasi di Internet dan jasa online lainnya.
Kemampuan untuk membandingkan dan membeli produk pada internet mengubah praktik bisnis banyak perusahaan. E-Commerce menjanjikan dampak yang sangat besar untuk setiap industri. Dunia usaha menggunakan internet untuk melakukan pembelian barang. Keuntungan internet pada konsumen sangat banyak dan nyata. Kemampuan untuk mencari produk dan membandingkan harganya menjadi sangat mudah. Konsumen tidak perlu pergi ke toko untuk mendapatkan informasi tentang produk dan harga suatu barang tertentu.
Perusahaan juga munggunakan keuntungan dari kenaikan penggunaan internet dalam bidang usaha eceran. Pengusaha eceran dapat meraih pasar yang lebih luas tanpa perlu melakukan investasi dengan membangun toko secara tradisional. Sebagai tambahan, pengusaha eceran yang sudah online mampu menghasilkan pendapatan lainnya selain penjualan barang. Pengusaha eceran yang sudah online mendapatkan keuntungan dari penjualan iklan, ongkos sewa, dan penjualan database pelanggan. Berikut ini adalah beberapa industri yang telah mengalami perubahan :
1.    Perjalanan Tiket. Penerbangan dapat dibeli dengan diskon yang sangat tinggi melalui beberapa pengecer online. Terlebih wisatawan dapat memeriksa tujuan wisata, memesan kamar hotel, dan menyewa mobil, kesemuanya dalam beberapa menit di komputer.
2.    Komputer dan aksesori. Para konsumen sangat menyukai pembelian online yang menunjang teknologi. Paket komputer, perlengkapan tambahan, dan perangkat lunak dapat dibeli melalui media online.
3.    Produk pakaian. Beberapa pengecer telah dapat mencapai penjualan baju dengan baik melalui situs. Mereka mampu menawarkan harga yang lebih murah dan berbagai model yang lebih trendy.
3.1 Klasifikasi E-commerce:
1. Business-to-business (B2B)
Kebanyakan E-Commerce yang diterapkan saat ini merupakan tipe B2B. E-Commerce tipe ini meliputi transaksi IOS yang digambarkan tadi serta transaksi antar organisasi yang dilakukan di electronic market. Contohnya Wal-Mart dengan Warner-Lambert.
2. Business-to-consumer (B2C)
Ini merupakan transaksi eceran dengan pembeli perorangan. Pembeli khas di Amazon.com adalah seorang konsumen, atau seorang pelanggan. Contoh yang lain, misalnya Barnes & Nobles, Cisco, Dell, Compaq dan sebagainya.
3. Consumer-to-business (C2B)
Termasuk ke dalam kategori ini adalah perseorangan yang menjual produk-produk atau layanan ke organisasi, dan perseorangan yang mencari penjual, berinteraksi dengan mereka, dan menyepakati suatu transaksi.
4. Consumer-to-consumer (C2C)
Dalam kategori ini, seorang konsumen menjual secara langsung ke konsumen lainnya. Contohnya  adalah ketika ada perorangan yang melakukan penjualan di classified ads (misalnya,www.classified2000.com) dan menjual properti rumah hunian, mobil, dan sebagainya. Mengiklankan jasa pribadi di internet serta menjual pengetahuan dan keahlian merupakan contoh lain C2C. sejumlah situs pelelangan memungkinkan perorangan untuk memasukkan item-item agar disertakan dalam pelelangan. Akhirnya, banyak perseorangan yang menggunakan intranet dan jaringan organisasi untuk mengiklankan item-item yang akan dijual atau juga menawarkan aneka jasa. Contoh lain yang terkenal adalah eBay.com, yaitu perusahaan lelang.
5. Nonbusiness E-Commerce
Dewasa ini makin banyak jumlah lembaga non-bisnis seperti lembaga akademis, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan lembaga-lembaga pemerintahan yang menggunakan berbagai tipe E-Commerce untuk mengurangi biaya (misalnya, memperbaiki purchasing) atau untuk meningkatkan operasi dan layanan publik.




BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Data merupakan fakta-fakta, perkiraan, atau pendapat yang belum memiliki makna yang dapat dimanfaatkan.
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk berarti bagi penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan baik untuk saat ini maupun yang akan datang.
Pengetahuan ialah kumpulan dari data dan informasi yang bertemu dengan kompetensi dan pengalaman seseorang untuk menindaklanjuti data dan informasi yang ada sehingga dapat dikembangkan untuk pengambilan suatu keputusan.
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah fungsi dari perusahaan yang mengawasi pemakaian, penggunaan, dan pengelolaan teknologi informasi, yang termasuk di dalamnya adalah komputer dan telekomunikasi.
5 aplikasi bisnis:
1. E-Banking
2. E-Commerce
3. M- Dagang
4. L-dagang atau L-Commerce
5. Sistem Informasi Manajemen
Perangkat Keras adalah peralatan-peralatan fisik yang menunjang berdirinya sebuah komputer. Secara umum perangkat keras sistem komputer terdiri dari keyboard (papan ketik), monitor (layar), CPU, dan Printer.
Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data.
Electronic commerce (EC) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Qureshi, Siegel, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk Internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000).
Klasifikasi E-commerce:
  1. Business-to-business (B2B)
  2. Business-to-consumer (B2C)
  3. Consumer-to-business (C2B)
  4. Consumer-to-consumer (C2C)
  5. Nonbusiness E-Commerce